Hari gini nggak punya flashdisk terus masih bawa-bawa disket gitu? Hmm, udah nggak jamannya lagi bawa-bawa disket (dengan ukuran yang cuma 1.44 MB).
Bagi orang-orang yang punya mobilitas tinggi dan perlu membawa data-data digital yang lumayan banyak, flashdisk merupakan kebutuhan utama. Kenapa harus flashdisk? Simple. Kalau pakai disket ukurannya terlalu kecil, kalau pakai harddisk terlalu gede dan terlalu riskan (bahaya banget kalau sampai jatuh terus data hilang semua), kalau make CD/DVD ga tahan lama (ada goresan sedikit aja udah pasti rusak). Alasan lainnya, sebagian besar komputer saat ini juga telah memiliki port USB, jadi sudah nggak heran lagi kalau hampir semua orang punya si media penyimpanan imut ini.

 

Nah, masalahnya kapasitas flashdisk yang saat ini makin besar, maka sebagian besar orang menyimpan data di flashdisk banyak banget. Masalahnya kamu tahu resikonya kan? Pertama, pas dicolokin di komputer orang, terus komputer itu terinfeksi virus dan data-data yang penting di flashdisk kamu gimana hayoo? Kedua, flashdisk itu punya umur juga lho, misalnya 100.000 kali baca/tulis. Nah, bagaimana sih supaya flashdisk yang kamu gunakan itu jadi lebih awet? Dan hal-hal apa aja yang perlu kamu ketahui tentang flashdisk?

Seperti kata pepatah “tak kenal, maka tak sayang”… Jadi, kamu harus kenal sebenarnya flashdisk kamu itu seperti apa. Tapi, sebelumnya kamu perlu tahu beberapa hal berikut:

1.   flashdisk itu hanya bisa aktif jika ada arus listrik (makanya dicolokin ke port USB)

2.   beberapa flashdisk perlu daya listrik yang lebih besar dibanding flashdisk lain, makanya jangan kaget klo ada flashdisk yang tidak terdeteksi di port USB depan komputer kamu dan harus dicolok langsung ke belakang komputer (langsung di mainboard).

 

3.   flashdisk punya umur atau masa hidup layaknya barang elektronik lainnya

 

4.   kecepatan akses untuk membaca data lebih cepat dibanding dengan menulis data ke dalam flashdisk

 

5.   ada dua jenis tipe USB flashdisk yaitu versi 1.1 dan 2.0, nah jangan heran kalo di komputer yang USB port-nya masih versi 1.1 (komputer-komputer pentium 3 dan pentium 4 yang model lama) muncul notifikasi “This device can perform faster…”. Yang jelas USB versi 1.1 itu lebih lambat dari USB versi 2.0, jadi jangan nyalahin flashdisk kamu yang sudah support USB 2.0 tapi kenapa bisa lambat. (itu karena kamu nyolokin di komputer yang USB port-nya masih versi 1.1).

 

6.   Flashdisk juga memiliki format file system biasanya adalah FAT atau FAT32, tapi kamu juga bisa sih iseng-iseng ganti format-nya (mungkin cinta dengan ext3-nya linux)

 

7.   Flashdisk nggak perlu di-defrag seperti harddisk karena memori flashdisk itu bertipe Random Access Memory (RAM) seperti memori komputer kamu nggak seperti harddisk yang menggunakan piringan magnetik.

 

8.   Banyak tipe garansi flashdisk. Sekarang ini nih, sudah ada flashdisk yang garansinya lifetime. Eitss, tapi jangan mengira garansi lifetime artinya kapanpun flashdisk kamu rusak langsung diganti gitu aja. Pertama kalau segel hilang, garansi sudah nggak berlaku lagi. kedua, kalau flashdisk kamu sudah nggak diproduksi lagi garansi kamu juga sudah nggak berlaku lho. Ketiga, garansi lifetime itu selama flashdisknya masih hidup (masih terdeteksi), tapi udah nggak berlaku lagi kalau sudah mati.

Nah, setelah mengenal karakteristik flashdisk kamu, berikut ada beberapa tips dalam menggunakan flashdisk:

1.       Jangan terlalu banyak menyimpan file di flashdisk, hati-hati karena banyak virus berkeliaran di luar sana. Biasakan di-compress (zip, rar, 7z) sewaktu menyimpan file ke dalam flashdisk. Hal ini untuk menghindari file-file tersebut terinfeksi secara langsung oleh virus.

2.   Jangan terlalu sering mengedit file dari flashdisk, karena selain lebih lambat juga dapat mengurangi umur flashdisk kamu. Lebih baik kamu copy dulu ke komputer lalu setelah selesai di-edit disimpan kembali ke flashdisk.

 

3.   Jika tidak digunakan, lepas flashdisk dari komputer (efisiensi)

 

4.   Kalau bisa sih menggunakan fasilitas “safely remove hardware” jika menggunakan windows atau “umount” untuk linux, untuk menghindari terjadinya file yang corrupt atau rusak.

 

5.   Jika tidak bisa di-”safely remove” alternatif-nya bisa menggunakan program seperti unlocker untuk meng-unlock file yang sedang digunakan oleh system, atau bisa juga dengan langsung masuk ke task-manager dan end-process si “explorer.exe” (kenapa? karena biasanya walaupun kita sudah menutup semua aplikasi yang menggunakan file dalam flashdisk tetap aja si explorer tuh kadang-kadang masih bekerja) lalu run lagi “explorer.exe”-nya setelah itu coba “safely remove” lagi, cara terakhir ya shutdown komputer. Tapi ada juga yang bilang: ” Asal Flash Disk ga diakses dalam 5 menit terakhir, cabut aja. Kenapa 5 menit? Karena setelah 3-4 menit, Windows mulai flush cache-nya ke removable disk. Kita kasih 1 menit lagi biar aman.”

Oya, umur flashdisk yang satu dengan yang lain mungkin saja berbeda lho. Dan jangan lupa garansi flashdisk juga perlu diperhatikan tuh ketika membeli flashdisk (mahal sedikit yang penting awet)